Kegiatan persiapan tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Golden View, Bengkong, Batam, dan dibuka oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, Kamis (3/9/2026).
Training Center menjadi tahapan penting bagi kontingen Kepri sebelum berlaga dalam MTQ Nasional ke-31 di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 11–20 September 2026.
Bukan Sekadar Latihan, Mental Juara Jadi Perhatian
Dalam sambutannya, Nyanyang yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kepri, mengatakan TC tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan teknis para peserta.
Menurutnya, persiapan tersebut juga menjadi momentum membangun mental juara, kedisiplinan, kekompakan dan kesiapan spiritual seluruh kafilah.
Nyanyang meminta para peserta memanfaatkan waktu TC secara maksimal dengan belajar, berlatih dan berdiskusi bersama para pelatih serta pembina.
“Kalian tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama Provinsi Kepulauan Riau.”
Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa perjuangan para kafilah di tingkat nasional membawa nama daerah sekaligus menjadi representasi prestasi Kepri.
Kepri Punya Target Besar
Ketua Harian LPTQ Kepri, Handarlin Umar, mengatakan TC berlangsung selama tujuh hari, mulai 3 hingga 9 September 2026.
Selama masa tersebut, para kafilah dan pelatih akan menjalani rangkaian latihan secara intensif dan fokus pada setiap sesi persiapan.
Kepri tidak hanya menargetkan keikutsertaan dalam MTQ Nasional.
Kontingen daerah tersebut membidik posisi lima besar nasional.
“Kepri menargetkan masuk lima besar nasional. Kami sudah persiapkan semuanya secara maksimal, termasuk menghadirkan pelatih nasional, Said Aqil Siraj,” ujar Handarlin.
Kehadiran pelatih nasional tersebut diharapkan semakin memperkuat kualitas persiapan peserta sebelum menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Rekam Jejak Prestasi Jadi Modal
Nyanyang mengatakan Kepri memiliki rekam jejak prestasi yang cukup baik dalam ajang MTQ tingkat regional maupun nasional.
Karena itu, prestasi sebelumnya diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh kafilah untuk memberikan penampilan terbaik ketika tampil di Semarang.
Namun, Wakil Gubernur Kepri tersebut mengingatkan bahwa keberhasilan dalam MTQ tidak semata-mata diukur dari jumlah gelar atau medali yang berhasil diraih.
Menurutnya, nilai yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur'an dapat semakin dekat dengan kehidupan masyarakat dan mendorong generasi muda untuk mencintai kitab suci.
Para peserta juga diminta tetap menjunjung akhlak, sportivitas dan semangat persaudaraan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
TC Digelar Menjelang Kompetisi Nasional
Pelaksanaan TC pada 3–9 September memberikan waktu persiapan yang relatif singkat sebelum MTQ Nasional ke-31 dimulai pada 11 September.
Karena itu, setiap sesi latihan menjadi bagian penting untuk mematangkan kesiapan para peserta.
Selain kemampuan teknis sesuai cabang yang diikuti, kesiapan mental dan kemampuan menjaga konsentrasi juga menjadi faktor yang tidak kalah penting ketika berhadapan dengan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
Kontingen Kepri diharapkan dapat memanfaatkan masa TC untuk melakukan evaluasi terakhir sekaligus memperkuat kekompakan antarpeserta dan pelatih.
Dukungan Pemerintah Daerah
Pembukaan TC turut dihadiri para bupati dan wali kota se-Kepri atau perwakilannya.
Perwakilan Kantor Kementerian Agama serta Kantor Haji dan Umroh se-Kepri juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran berbagai unsur pemerintah daerah menunjukkan dukungan terhadap persiapan kontingen Kepri menghadapi ajang MTQ tingkat nasional.
URRANEWS
Dengan 56 kafilah dan 15 pelatih, Kepri kini memasuki tahap akhir persiapan sebelum berlaga di MTQ Nasional ke-31 di Semarang.
Target lima besar nasional menjadi tantangan yang harus dijawab melalui persiapan maksimal selama Training Center.
Namun lebih dari sekadar mengejar peringkat, perjalanan para kafilah Kepri membawa misi untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjaga nama baik daerah di panggung nasional.
Mampukah 56 kafilah Kepri membawa pulang prestasi terbaik dari MTQ Nasional ke-31 di Semarang?
