Polemik bermula ketika Juicy Luicy tidak melanjutkan perjalanan menuju Batam untuk tampil di Temenggung Abdul Jamal. Persoalan kemudian berkembang di media sosial dan memunculkan dua versi berbeda mengenai penyebab batalnya penampilan tersebut.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah biaya kelebihan bagasi untuk membawa perlengkapan rombongan. Namun, Juicy Luicy membantah bahwa pembatalan semata-mata disebabkan persoalan over bagasi. Dalam klarifikasinya, pihak band menyebut terdapat sejumlah kewajiban penyelenggara yang menurut mereka belum diselesaikan sebelum keberangkatan.
Versi Juicy Luicy
Dalam klarifikasi yang disampaikan pada Jumat (11/9/2026), manajemen Juicy Luicy menyebut persoalan telah berlangsung sejak beberapa hari sebelum keberangkatan. Mereka menyoroti kepastian pembayaran, tiket perjalanan, penginapan serta kebutuhan bagasi yang belum memperoleh penyelesaian sesuai yang mereka harapkan.
Pihak band juga menyatakan memiliki bukti terkait rangkaian komunikasi dan persoalan yang terjadi sebelum keberangkatan.
Sikap tersebut kemudian ditegaskan melalui pernyataan bahwa mereka siap menghadapi proses hukum apabila pihak penyelenggara membawa sengketa tersebut ke ranah legal.
Dengan demikian, posisi Juicy Luicy adalah bahwa keputusan tidak berangkat ke Batam bukan keputusan sepihak tanpa alasan, melainkan berkaitan dengan kewajiban yang mereka nilai belum tuntas.
Penyelenggara Punya Versi Berbeda
Di sisi lain, pihak XYZ Liveground sebelumnya menyampaikan versi berbeda. Penyelenggara menyatakan kebutuhan utama Juicy Luicy telah dipersiapkan, termasuk honor penampilan, tiket pesawat pulang-pergi, akomodasi hotel, hospitality dan kebutuhan teknis pertunjukan.
Menurut penyelenggara, masalah muncul ketika rombongan berada di bandara dan terdapat kebutuhan pembayaran tambahan akibat kelebihan bagasi.
Penyelenggara mengaku menawarkan mekanisme agar biaya tersebut terlebih dahulu ditanggulangi sehingga penerbangan tetap dapat dilanjutkan, kemudian diproses melalui mekanisme penggantian biaya atau reimbursement. Namun, perjalanan rombongan akhirnya tidak dilanjutkan.
Perbedaan penjelasan inilah yang kemudian membuat persoalan berkembang dari sekadar masalah operasional perjalanan menjadi polemik terbuka antara artis dan penyelenggara.
Penonton Ikut Terdampak
Batalnya penampilan Juicy Luicy juga berdampak kepada penonton yang telah membeli tiket dengan ekspektasi menyaksikan band tersebut secara langsung.
Ketidakhadiran Juicy Luicy di panggung pada akhirnya menjadi bahan perbincangan luas di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab atas batalnya penampilan tersebut.
Di tengah polemik tersebut, sejumlah pihak dari industri musik juga ikut memberikan pandangan. Ketua Ikatan Manajer Artis Indonesia (IMARINDO), Robert Pieter, misalnya, turut menyoroti persoalan biaya bagasi dan keputusan Juicy Luicy untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Batam.
Belum Ada Putusan Hukum
Hingga perkembangan terbaru, persoalan tersebut masih berada pada tahap polemik dan saling memberikan klarifikasi. Pernyataan Juicy Luicy mengenai kesiapan menempuh jalur hukum belum berarti perkara tersebut telah resmi masuk proses pengadilan.
Karena terdapat dua versi mengenai kewajiban pembayaran dan kesepakatan antara artis dengan penyelenggara, penyelesaian akhirnya akan sangat bergantung pada kontrak, bukti pembayaran, komunikasi kedua pihak serta dokumen pendukung lainnya.
Yang jelas, batalnya Juicy Luicy tampil di Batam kini tidak lagi sekadar persoalan over bagasi. Polemik tersebut telah berkembang menjadi perselisihan mengenai pemenuhan kewajiban penyelenggara, mekanisme pembayaran biaya perjalanan, serta pelaksanaan kesepakatan antara artis dan promotor.
URRANEWS akan terus memantau perkembangan resmi dari kedua pihak, termasuk apabila terdapat langkah hukum atau penyelesaian bersama setelah polemik ini mencuat.
