Batam Tak Boleh Gelap Lagi! Blackout Picu Estimasi Kerugian hingga Rp407 Miliar — URRANEWS
BREAKING Redaksi Tiga Media Apresiasi Bareskrim dan Polda Kepri dalam Kasus Blackout Batam, Desak Evaluasi Sistem Kelistrikan
Teknologi · 25 Oct 2026 12:46

Batam Tak Boleh Gelap Lagi! Blackout Picu Estimasi Kerugian hingga Rp407 Miliar

Oleh Administrator · 2 views · 3 menit baca

Batam Tak Boleh Gelap Lagi! Blackout Picu Estimasi Kerugian hingga Rp407 Miliar

Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin mengapresiasi langkah PLN dalam memulihkan pasokan listrik setelah kejadian tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa gangguan serupa tidak boleh kembali terjadi, mengingat listrik merupakan kebutuhan penting bagi industri, investasi, dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Kamaluddin pada Jumat (23/10/2026), setelah menerima audiensi mahasiswa yang berunjuk rasa di Kantor DPRD Kota Batam.

“Namun, kejadian ini jangan sampai terjadi kembali,” tegas Kamaluddin sebagaimana dikutip Batam Pos.

Estimasi Kerugian Ekonomi Mencapai Ratusan Miliar

Besarnya dampak blackout terlihat dari estimasi kerugian ekonomi yang disampaikan sejumlah pihak.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Batam sekaligus Wakil Ketua Kadin Kota Batam, Suyono Saputra, memperkirakan kerugian akibat pemadaman sekitar 12 jam mencapai Rp233,9 miliar.

Sementara itu, Guru Besar Politeknik Negeri Batam, Dwi Kartikasari, memperkirakan total kerugian ekonomi dapat mencapai Rp407 miliar. Perbedaan angka tersebut dikaitkan dengan durasi gangguan dan cakupan dampak ekonomi yang diperhitungkan.

Angka-angka itu merupakan estimasi dari masing-masing narasumber, bukan angka kerugian final yang telah diaudit atau ditetapkan secara resmi.

Kerugian ekonomi akibat pemadaman tidak hanya berasal dari produksi yang berhenti. Perusahaan juga harus menanggung biaya tenaga kerja dan operasional, sementara bahan baku yang sedang diproses berpotensi rusak. Keterlambatan produksi dan pengiriman barang turut menambah tekanan terhadap kegiatan usaha.

Bagi Batam yang memiliki basis industri dan manufaktur, gangguan pasokan listrik dapat memengaruhi produktivitas, biaya produksi, serta kepastian operasional perusahaan.

Laundry, Air Bersih, dan Internet Ikut Terdampak

Dampak pemadaman turut dirasakan masyarakat dan pelaku usaha kecil. Usaha laundry yang bergantung pada mesin serta pasokan air, misalnya, mengalami hambatan ketika tidak dapat menjalankan layanan secara normal.

Di sejumlah kawasan, gangguan listrik juga memengaruhi distribusi air bersih. Bahkan setelah aliran listrik kembali menyala di rumah warga, pemulihan layanan air tidak selalu berlangsung bersamaan.

Gangguan komunikasi dan internet juga menyulitkan transaksi usaha serta aktivitas belajar daring.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa dampak blackout dapat merambat ke berbagai layanan yang saling bergantung pada pasokan listrik.

Nelayan Bintan Hadapi Risiko Kerugian

Sektor perikanan juga terdampak, terutama ketika keterbatasan pasokan es menghambat penanganan hasil tangkapan.

Di kawasan Kawal, Kabupaten Bintan, kerugian nelayan diperkirakan mencapai Rp2 juta per orang per hari. Dengan jumlah sekitar 100 nelayan, potensi kerugian di kawasan tersebut diperkirakan mencapai Rp200 juta.

Angka tersebut merupakan perkiraan kerugian di lokasi yang disebutkan dalam laporan sumber, bukan total kerugian seluruh nelayan di Batam dan Bintan.

Gangguan pasokan es dapat meningkatkan risiko penurunan mutu hasil tangkapan dan menghambat penyerapan hasil perikanan oleh pasar.

DPRD Minta PLN Perkuat Mitigasi

Kamaluddin menegaskan bahwa pemulihan listrik setelah gangguan merupakan langkah penting, tetapi pencegahan harus menjadi perhatian utama.

Menurut dia, kemungkinan gangguan pada mesin dan peralatan teknis perlu diantisipasi melalui sistem pengamanan, pemeliharaan, serta mitigasi yang memadai agar masalah tidak berkembang menjadi pemadaman luas.

“Kita kota industri, kita sangat-sangat membutuhkan energi listrik. Jangan ada pemadaman atau gangguan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya keandalan sistem kelistrikan bagi Batam, yang mengandalkan aktivitas industri dan investasi sebagai bagian penting perekonomian daerah.

Meski demikian, penyebab teknis blackout dan langkah perbaikan yang diperlukan harus merujuk pada hasil evaluasi resmi. Informasi yang menjadi dasar berita ini belum cukup untuk menyimpulkan penyebab utama gangguan maupun memastikan langkah teknis tertentu sebagai solusi final.

Keandalan Listrik Menjadi Kepentingan Bersama

Blackout Oktober 2026 menjadi pengingat bahwa gangguan listrik berskala besar dapat berdampak jauh melampaui rumah tangga. Produksi industri, layanan air bersih, konektivitas digital, dan kegiatan ekonomi masyarakat dapat ikut terganggu ketika pasokan energi terputus.

Karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap kejadian tersebut, penguatan mitigasi risiko, dan penyampaian informasi yang transparan menjadi hal penting bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Bagi Batam sebagai kota industri dan tujuan investasi, keandalan listrik bukan sekadar persoalan teknis, melainkan salah satu unsur penting dalam menjaga kelangsungan aktivitas ekonomi dan kepercayaan terhadap layanan infrastruktur.

Sumber utama: Batam Pos, artikel “Batam Tak Boleh Gelap Lagi”, 24 Oktober 2026.