BP Batam Dorong Data Center Bangun SWRO, Jaga Pasokan Air Warga
BREAKING Redaksi Tiga Media Apresiasi Bareskrim dan Polda Kepri dalam Kasus Blackout Batam, Desak Evaluasi Sistem Kelistrikan
Daerah · 28 Sep 2026 13:17

BP Batam Dorong Data Center Bangun SWRO, Jaga Pasokan Air untuk Warga Batam

Oleh Administrator · 7 views · 2 menit baca

BP Batam Dorong Data Center Bangun SWRO, Jaga Pasokan Air untuk Warga Batam
BATAM, URRANEWS.ONLINE — Badan Pengusahaan (BP) Batam mendorong pengembangan data center di Kota Batam dilengkapi sumber air mandiri melalui teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau desalinasi air laut.
Langkah tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan air industri pusat data tanpa menambah tekanan terhadap sumber air baku yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Batam.
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan kebutuhan air dalam jumlah besar pada industri data center perlu diantisipasi seiring meningkatnya investasi sektor digital di Batam.
“Kita ingin investasi tumbuh, tetapi kebutuhan pendukungnya juga harus dipikirkan. Karena itu, untuk industri yang membutuhkan air dalam jumlah besar, kita dorong adalah bagaimana mereka memiliki sumber air sendiri melalui teknologi SWRO.”
Fokus di Nongsa dan Kabil
BP Batam memberikan perhatian terhadap pengembangan SWRO, khususnya di kawasan yang menjadi lokasi pengembangan data center seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa dan kawasan industri Kabil.
BP Batam memproyeksikan kapasitas produksi air melalui SWRO di Batam akan bertambah dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
Pada tahap awal, tambahan kapasitas diproyeksikan sekitar 750 liter per detik (Lps). Kapasitas tersebut kemudian ditargetkan meningkat hingga sekitar 1.000 Lps melalui pengembangan instalasi SWRO di Nongsa dan Kabil.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menyeimbangkan pertumbuhan investasi dengan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih.
Sekitar 10 Data Center Direncanakan di Batam
BP Batam menyebut terdapat sekitar 10 rencana pengembangan data center di Batam. Salah satunya telah beroperasi, sementara proyek lainnya masih dalam tahap pengembangan.
Pengelola data center yang telah beroperasi disebut menyambut baik kebijakan penyediaan sumber air secara mandiri.
Dengan skema tersebut, kebutuhan air untuk kegiatan industri diharapkan tidak sepenuhnya bergantung pada sumber air baku dari waduk yang juga menjadi bagian penting dalam sistem penyediaan air Batam.
Air Hasil Desalinasi Berpotensi Dimanfaatkan Warga
Selain memenuhi kebutuhan industri, BP Batam membuka kemungkinan air hasil SWRO dapat memberikan manfaat lebih luas apabila kapasitas produksinya mencukupi.
Amsakar menyebut kelebihan produksi air hasil desalinasi berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. Namun, hal tersebut tetap bergantung pada kapasitas produksi, kualitas air serta kesiapan jaringan distribusi.
Pengembangan sumber air alternatif juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang BP Batam untuk memperkuat ketahanan air. Sebelumnya, BP Batam menyebut kebutuhan air Batam diproyeksikan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, kawasan hunian, industri dan pusat data.