Google Investasi Rp247 Triliun di Finlandia untuk AI, Kunci Energi Nuklir 22 Tahun
BREAKING Redaksi Tiga Media Apresiasi Bareskrim dan Polda Kepri dalam Kasus Blackout Batam, Desak Evaluasi Sistem Kelistrikan
Teknologi · 11 Sep 2026 14:22

Google Gelontorkan Rp247 Triliun untuk AI di Finlandia, Kunci Energi Nuklir Selama 22 Tahun

Oleh Administrator · 6 views · 4 menit baca

Google Gelontorkan Rp247 Triliun untuk AI di Finlandia, Kunci Energi Nuklir Selama 22 Tahun
HELSINKI, URRANEWS — Google mengambil langkah besar untuk memperkuat infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di Eropa dengan mengumumkan investasi sedikitnya €13 miliar atau sekitar US$15,1 miliar, setara kurang lebih Rp247 triliun, di Finlandia dalam dua tahun ke depan.
Investasi tersebut menjadi investasi tunggal terbesar Google di Eropa dan akan diarahkan untuk memperluas infrastruktur digital, membangun pusat data baru, meningkatkan jaringan energi, serta mendukung proyek energi bersih dan pengembangan ekonomi lokal. 
Google menyebut ekspansi ini diperlukan untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan layanan digital dan AI, termasuk Google Search, Maps, YouTube, dan Gemini.
Tiga Data Center Baru Dibangun
Selain memperluas fasilitas data center yang telah beroperasi di Hamina, Google akan membangun fasilitas baru di Kajaani, Muhos, dan Vaala.
Pembangunan dan investasi utama tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2027–2028. Pemilihan Finlandia tidak terlepas dari kombinasi iklim dingin, jaringan listrik yang relatif stabil serta ketersediaan energi rendah karbon.
Suhu Finlandia yang sangat rendah pada musim dingin juga memberikan keuntungan untuk operasional data center karena dapat membantu proses pendinginan infrastruktur komputasi yang membutuhkan energi sangat besar. 
Google sendiri telah beroperasi di Hamina selama sekitar 15 tahun. Perusahaan menyebut ekosistem fasilitas tersebut telah melibatkan ratusan pemasok Finlandia dari sektor konstruksi, operasi, jaringan serat optik hingga berbagai layanan pendukung. 
Google Kunci Listrik Nuklir 22 Tahun
Yang membuat investasi ini semakin strategis adalah kesepakatan energi dengan perusahaan listrik Finlandia Fortum.
Google menandatangani perjanjian pembelian listrik jangka panjang selama 22 tahun yang memungkinkan perusahaan membeli hingga 50 persen output energi dari PLTN Loviisa milik Fortum.
Kesepakatan tersebut membantu memberikan kepastian ekonomi bagi Fortum untuk memperpanjang masa operasi PLTN Loviisa hingga 2050. Sebelumnya, fasilitas tersebut menghadapi batas operasi sekitar 2030. 
Google menyebut kesepakatan tersebut sebagai bagian dari pendekatan “bring your own power”, yakni memastikan ketersediaan energi yang dibutuhkan untuk menopang pertumbuhan infrastruktur komputasi AI.
Bagi Google, kesepakatan nuklir di Finlandia juga menjadi tonggak penting karena merupakan perjanjian energi nuklir pertamanya di luar Amerika Serikat. 
Tak Hanya Nuklir
Investasi energi Google di Finlandia tidak hanya bergantung pada pembangkit nuklir.
Google juga mendukung pengembangan proyek energi angin, dengan total kapasitas energi angin yang dikontrak di Finlandia mencapai 629 MW, serta mendukung sistem baterai berkapasitas 94 MW di dekat fasilitas Google di Kajaani.
Sistem baterai tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027 dan dirancang membantu menyeimbangkan jaringan listrik, terutama ketika produksi listrik dari angin mengalami penurunan. 
Google dan Fortum juga akan mengeksplorasi peluang pengembangan reaktor nuklir baru serta proyek energi terbarukan lainnya di Finlandia.
Puluhan Ribu Pekerjaan Selama Konstruksi
Dari sisi ekonomi, Google memperkirakan investasi tersebut akan memberikan kontribusi sekitar €3,6 miliar terhadap PDB Finlandia selama fase konstruksi.
Selama pembangunan pada 2027–2028, proyek tersebut diperkirakan mendukung lebih dari 37.000 pekerjaan secara nasional. Setelah fasilitas beroperasi, Google memperkirakan akan ada sekitar 7.000 pekerjaan yang didukung setiap tahun. 
Google juga menyiapkan sekitar €31 juta untuk program masyarakat di Hamina, Kajaani, Muhos dan Vaala selama empat tahun.
Dana tersebut antara lain diarahkan untuk pendidikan, pengembangan tenaga kerja, penelitian serta program lingkungan. Google menyebut salah satu programnya akan memberikan pelatihan peningkatan kemampuan AI kepada lebih dari 4.400 pekerja Finlandia dan membuka kesempatan pelatihan bagi 100 mahasiswa untuk mempersiapkan karier di industri data center. 
Investasi Raksasa Mulai Memunculkan Kekhawatiran Energi
Namun, investasi tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan jaringan listrik Finlandia menghadapi lonjakan kebutuhan dari industri data center.
Partai-partai oposisi Finlandia meminta adanya mekanisme perizinan nasional untuk pembangunan data center guna memastikan kapasitas pembangkitan dan transmisi listrik mencukupi.
Kekhawatiran tersebut muncul karena pusat data AI membutuhkan energi dalam jumlah besar dan beroperasi secara terus-menerus. Pemerintah Finlandia, di sisi lain, menilai negara tersebut memiliki kapasitas listrik yang cukup untuk mendukung investasi Google dan Perdana Menteri Petteri Orpo mengatakan harga listrik tetap perlu dijaga agar terjangkau. 
Google menyatakan pendekatannya bukan sekadar meningkatkan konsumsi listrik, tetapi juga berinvestasi dalam pembangkitan energi baru, penyimpanan baterai dan penguatan sistem kelistrikan untuk membantu menjaga ketahanan jaringan. 
Investasi Google tersebut menunjukkan semakin jelasnya hubungan antara AI dan energi. Model AI generatif membutuhkan pusat data dengan kapasitas komputasi sangat besar, sementara pusat data membutuhkan listrik stabil dalam jumlah besar.
Finlandia kini berusaha memanfaatkan kombinasi energi nuklir, angin, hidroelektrik, jaringan listrik yang stabil serta iklim dingin untuk menjadikan negara tersebut salah satu basis penting infrastruktur AI Google di Eropa.