Hashim Optimistis Harga Minyak dan BBM Bisa Turun, Ini Syaratnya
BREAKING Redaksi Tiga Media Apresiasi Bareskrim dan Polda Kepri dalam Kasus Blackout Batam, Desak Evaluasi Sistem Kelistrikan
Ekonomi · 09 Oct 2026 10:20

Hashim Optimistis Harga Minyak dan BBM Bisa Turun, Kunci Ada di Konflik Iran dan Selat Hormuz

Oleh Administrator · 3 views · 3 menit baca

Hashim Optimistis Harga Minyak dan BBM Bisa Turun, Kunci Ada di Konflik Iran dan Selat Hormuz

JAKARTA, URRANEWS.ONLINE — Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo optimistis harga minyak dunia dan harga bahan bakar minyak (BBM) dapat kembali turun apabila konflik geopolitik di Timur Tengah mereda dan jalur pelayaran Selat Hormuz kembali terbuka.

Hashim menyampaikan pandangan tersebut dalam Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Menurut Hashim, masyarakat tidak perlu berlebihan merespons berbagai informasi mengenai kondisi energi nasional yang beredar di media sosial. Ia menilai prospek sektor energi Indonesia masih berada dalam kondisi yang aman dan berpotensi membaik.

“Saya kira kita enggak usah terpengaruh dengan sosial media Indonesia Terang, Gelap, ini apa, enggak, Indonesia Terang kok. Dan akan lebih terang lagi nanti. Selat Hormuz dibuka, Presiden Trump kembali ke ini ya, ke kandang ya. Dan Iran, ini harga minyak, harga BBM turun,” kata Hashim.

Ia juga menyatakan optimistis pasokan bahan bakar, termasuk diesel, dapat kembali tersedia apabila kondisi geopolitik membaik.

Hashim: Harga Minyak Dipengaruhi Perkembangan Global

Hashim menilai Indonesia maupun negara-negara anggota OPEC bukan pihak yang secara langsung menentukan harga minyak dunia.

Menurut dia, perkembangan kebijakan dan konflik geopolitik, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi pergerakan harga minyak.

“Hanya satu, harga minyak. Ya itu, tapi harga minyak itu bukan ditentukan Pemerintah Indonesia. Harga minyak tidak ditentukan oleh OPEC. Harga minyak ditentukan oleh Presiden Donald Trump,” ujarnya.

Hashim mengatakan apabila perang dengan Iran dapat dihentikan, harga minyak berpotensi kembali turun.

“Kalau dia menghentikan perang dengan Iran, harga minyak akan turun,” katanya.

Pernyataan tersebut merupakan optimisme Hashim terhadap kemungkinan penurunan harga minyak apabila ketegangan geopolitik mereda.

Pemerintah Dorong Biodiesel B50 hingga B100

Di tengah tingginya perhatian terhadap harga minyak global, pemerintah juga terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan bahan bakar nabati.

Hashim mengatakan pemerintah mendorong akselerasi pemanfaatan biodiesel mulai dari B50 hingga B100.

Menurut dia, pengembangan bahan bakar nabati tersebut memanfaatkan lahan dari sekitar 12,7 juta hektare hutan terdegradasi atau hutan rusak, tanpa melakukan pembukaan terhadap hutan primer.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat sumber energi domestik sekaligus mendukung pengembangan energi yang lebih berkelanjutan.

Harga Minyak Masih Tinggi

Dalam materi yang disampaikan CNBC Indonesia, harga minyak dunia sepanjang September 2026 tercatat mengalami kenaikan hingga berada di atas US$90 per barel dan sempat mencapai US$108,75 per barel pada 15 September 2026.

Memasuki Oktober 2026, harga minyak disebut mulai mengalami penurunan secara relatif. Namun, harga minyak Brent pada awal Oktober masih berada di atas US$100 per barel.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan harga minyak masih sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan situasi geopolitik.

Hashim: Indonesia Terang dengan Pertumbuhan Berimbang

Hashim menegaskan pemerintah tetap optimistis terhadap prospek perekonomian dan sektor energi Indonesia.

Ia mengatakan strategi pemerintah tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan hidup.

“Kita sangat optimis, Indonesia Terang. Kita akan bertumbuh, kita akan bertambah ekonomi kita dengan strategi yang berimbang. Growth with balance, balanced growth,” kata Hashim.

Menurut dia, aspek lingkungan hidup juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam strategi pembangunan ekonomi dan energi nasional.

Dengan demikian, pemerintah berharap penguatan energi terbarukan, pengembangan biodiesel, dan strategi ketahanan energi dapat berjalan bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.