YORDANIA, URRANEWS — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal balistik ke pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah Al-Azraq, Yordania.
Serangan tersebut menyasar Muwaffaq Salti Air Base, yang juga dikenal sebagai Pangkalan Udara Al-Azraq. Pangkalan tersebut menjadi salah satu fasilitas penting bagi aktivitas militer Amerika Serikat di Yordania dan diketahui menampung sejumlah aset udara AS.
IRGC menyatakan serangan dilakukan sebagai tindakan balasan setelah Amerika Serikat sebelumnya menyerang sejumlah kapal tanker minyak Iran. Dalam pernyataannya, IRGC mengklaim rudal-rudal Iran menyasar lokasi pemeliharaan, persiapan, penempatan, serta shelter pesawat tempur Amerika.
IRGC bahkan menyebut fasilitas yang berkaitan dengan F-35, F-16 dan F-15 menjadi bagian dari sasaran serangan. Iran mengklaim serangan tersebut menimbulkan kerusakan berat pada sejumlah fasilitas militer.
Namun, klaim mengenai tingkat kerusakan tersebut belum dapat dianggap sebagai fakta independen. Otoritas Yordania menyatakan sistem pertahanan udaranya menghadapi 20 rudal balistik yang ditembakkan dari Iran.
Dari jumlah tersebut, 18 rudal berhasil dicegat dan dihancurkan, sedangkan dua lainnya jatuh di wilayah yang tidak berpenghuni. Pemerintah Yordania menyatakan tidak terdapat korban jiwa dalam serangan tersebut.
Amerika Serikat juga menyatakan serangan tersebut tidak efektif menembus sistem pertahanan udara dan rudal yang terintegrasi. Seorang pejabat pemerintahan AS mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tidak ada korban akibat serangan tersebut.
Pangkalan Al-Azraq sendiri memiliki nilai strategis bagi Washington. Lokasinya berada sekitar 100 kilometer sebelah timur laut Amman dan menjadi salah satu fasilitas yang memberikan posisi strategis bagi operasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Yordania diketahui menjadi tuan rumah bagi sejumlah personel dan aset militer Amerika Serikat. Hubungan pertahanan kedua negara juga memberikan akses bagi pasukan AS ke sejumlah instalasi militer di wilayah Yordania.
Serangan terbaru tersebut menjadi bagian dari eskalasi lebih luas antara Washington dan Teheran. Dalam beberapa hari terakhir, Iran juga dilaporkan melancarkan serangan terhadap aset militer Amerika di kawasan, sementara Amerika Serikat melakukan serangan terhadap sejumlah kapal tanker minyak Iran.
Laporan terbaru juga menyebut Iran semakin berani menggunakan rudal terhadap aset militer AS, termasuk kapal perang Amerika di kawasan Teluk. Perkembangan tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat semakin meluas dan memberikan tekanan baru terhadap keamanan kawasan serta pasar energi global.
Dengan demikian, yang sudah terkonfirmasi adalah adanya serangan rudal Iran ke pangkalan AS di Al-Azraq. Sementara klaim bahwa F-35 Amerika benar-benar hancur atau rusak berat masih perlu diperlakukan sebagai klaim IRGC sampai terdapat konfirmasi independen.
