Informasi pergantian tersebut mencuat pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Sejumlah laporan media lokal menyebut Asep Safrudin mendapat penugasan baru sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, sedangkan Suhendri ditunjuk untuk memimpin Polda Kepri.
Pergantian pucuk pimpinan tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah Asep Safrudin masih menjalankan agenda kedinasannya sebagai Kapolda Kepri.
Pada 29 September 2026, misalnya, Asep Safrudin melakukan kunjungan kerja ke Polres Natuna dan sejumlah agenda di wilayah perbatasan. Kegiatan tersebut juga tercatat dalam pemberitaan resmi TNI AU terkait kedatangannya di Lanud Raden Sadjad, Natuna.
Suhendri Kembali Memimpin di Wilayah Kepri
Nama Irjen Pol Suhendri kini menjadi perhatian setelah ditunjuk untuk menduduki posisi Kapolda Kepri.
Dalam gambar ucapan selamat yang beredar dan diterima URRANEWS, Suhendri disebut dengan pangkat Irjen Pol serta gelar S.H., S.I.K., M.PSDM., dengan keterangan sebagai Kapolda Kepri.
Penunjukan tersebut menempatkan Suhendri pada posisi strategis untuk memimpin kepolisian di provinsi kepulauan yang memiliki karakteristik geografis, ekonomi, dan keamanan yang kompleks.
Kepri memiliki wilayah yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara serta menjadi salah satu kawasan penting dalam aktivitas perdagangan, investasi, pelayaran, industri, dan pariwisata.
Karena itu, pergantian pucuk pimpinan Polda Kepri tidak hanya menjadi bagian dari dinamika organisasi Polri, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan berbagai agenda keamanan dan penegakan hukum di wilayah tersebut.
Asep Safrudin Beralih ke Jabatan Kabareskrim
Sementara itu, Irjen Pol Asep Safrudin disebut mendapat penugasan baru sebagai Kabareskrim Polri.
Sebelum pergantian tersebut, Asep masih aktif menjalankan tugas sebagai Kapolda Kepri. Pada 21 September 2026, ia membuka Rakernis Intelkam Polda Kepri di Batam dan menekankan pentingnya fungsi intelijen dalam memberikan early warning dan early detection terhadap potensi gangguan keamanan.
Pada pertengahan September, Asep juga memimpin penanganan situasi pascabentrokan di Pulau Setokok, Batam.
Dalam penanganan konflik tersebut, Polda Kepri menyatakan proses hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat terus dilakukan, termasuk pendalaman terhadap kemungkinan adanya pelaku lain.
Pergantian pimpinan Polda Kepri dengan demikian berlangsung ketika sejumlah persoalan strategis di wilayah hukum Polda Kepri masih menjadi perhatian publik.
Setokok hingga Penyelundupan Jadi Tantangan Penegakan Hukum
Salah satu pekerjaan rumah yang masih menjadi perhatian adalah penanganan konflik di Setokok.
Bentrokan dua kelompok di kawasan Pulau Setokok pada 14 September 2026 mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Polda Kepri sebelumnya memastikan proses hukum terus berjalan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.
Selain persoalan konflik sosial dan pertanahan, wilayah Kepri juga menghadapi tantangan terkait aktivitas perdagangan lintas batas dan penyelundupan.
Kondisi geografis Kepri yang terdiri atas ribuan pulau dan memiliki jalur pelayaran internasional menjadikan pengawasan wilayah perairan dan pintu masuk barang sebagai salah satu aspek penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Pergantian kepemimpinan tersebut juga berlangsung di tengah pengungkapan sejumlah perkara hukum di wilayah Kepri, termasuk kasus dugaan penyelundupan yang tengah ditangani aparat penegak hukum.
Menanti Arah Kepemimpinan Baru
Dengan ditunjuknya Suhendri sebagai Kapolda Kepri, perhatian berikutnya tertuju pada agenda kepemimpinan baru di wilayah tersebut.
Masyarakat tentu akan menantikan bagaimana Polda Kepri di bawah kepemimpinan Suhendri menangani berbagai persoalan keamanan, penegakan hukum, konflik sosial, narkotika, penyelundupan, hingga pengamanan investasi dan aktivitas ekonomi di kawasan Batam serta wilayah Kepri lainnya.
Pada saat yang sama, kesinambungan program dan penanganan perkara yang telah berjalan di bawah kepemimpinan sebelumnya menjadi bagian penting dalam proses pergantian tersebut.
Pergantian Kapolda merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dan pembinaan karier perwira tinggi. Namun bagi masyarakat Kepri, perubahan tersebut juga menjadi momentum untuk melihat arah kebijakan kepolisian dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan dan penegakan hukum di wilayah kepulauan.
Profil Singkat
Nama: Irjen Pol Suhendri, S.H., S.I.K., M.PSDM.
Jabatan: Kapolda Kepulauan Riau
Pengganti: Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H.
Jabatan baru Asep Safrudin: Kabareskrim Polri
Informasi mengenai penunjukan Suhendri dan perpindahan Asep Safrudin tersebut telah diberitakan sejumlah media lokal pada 3 Oktober 2026.
URRANEWS.ONLINE akan mengikuti perkembangan proses pergantian Kapolda Kepri serta agenda selanjutnya setelah Suhendri resmi menjalankan tugas sebagai pimpinan Polda Kepri.
