Pergerakan kapal perang eks Angkatan Laut Italia tersebut menjadi perhatian karena Batam berada di kawasan strategis yang berdekatan dengan Selat Singapura dan jalur pelayaran internasional.
Informasi terbaru dari TNI AL pada Kamis (17/9/2026) memastikan ITS Giuseppe Garibaldi telah memasuki wilayah perairan Indonesia dan dijadwalkan tiba di Jakarta pada Jumat (18/9/2026). Kapal tersebut selanjutnya akan menuju Dermaga Tanjung Priok dengan pengawalan dua fregat TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.
Melintas di Jalur ALKI I
Kapal Giuseppe Garibaldi sebelumnya melakukan perjalanan panjang dari Italia dan sempat singgah di Sri Lanka sebelum memasuki wilayah Indonesia.
Saat memasuki perairan nasional, kapal tersebut mendapatkan pengawalan dari unsur TNI AL. Dalam perjalanan di wilayah Indonesia, dua fregat TNI AL turut mengawal kapal hingga menuju Jakarta.
Lintasan di sekitar Batam menjadi bagian dari perjalanan kapal melalui jalur pelayaran strategis Indonesia.
Kehadiran kapal berukuran besar tersebut juga menarik perhatian karena Batam berada di salah satu kawasan perairan paling sibuk di kawasan Asia Tenggara.
Hibah dari Pemerintah Italia
Giuseppe Garibaldi sebelumnya merupakan kapal induk milik Angkatan Laut Italia.
Pemerintah Indonesia menerima kapal tersebut melalui skema hibah dari Pemerintah Italia. Komisi I DPR RI menyetujui penerimaan hibah tersebut pada 20 Juli 2026, dengan nilai yang tercantum sebesar 54.022.426,67 euro. Persetujuan kemudian dibawa ke rapat paripurna DPR dan disetujui pada 21 Juli 2026.
Dalam pembahasan di DPR, penerimaan kapal tersebut juga dikaitkan dengan kebutuhan kesiapan doktrin, sumber daya manusia, serta penguatan kemampuan industri pertahanan nasional.
Diproyeksikan sebagai Kapal Induk Helikopter
Giuseppe Garibaldi bukan kapal induk pesawat tempur konvensional seperti kapal induk yang mengoperasikan jet tempur berbasis kapal.
Kapal tersebut diproyeksikan untuk mendukung operasi helikopter, termasuk misi-misi yang membutuhkan kemampuan mobilitas udara dari laut.
Pemerintah juga menyampaikan rencana pengembangan kapal untuk mendukung pengoperasian drone serta berbagai kebutuhan operasi TNI.
Salah satu penggunaan yang pernah disampaikan adalah mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memanfaatkan kemampuan helikopter yang dapat dioperasikan dari kapal.
Namun, penggunaan kapal untuk operasi tertentu maupun jadwal seremoni dan operasional resminya tetap menunggu keputusan pimpinan TNI dan Kementerian Pertahanan.
Kapal Induk Pertama Indonesia
Kedatangan Giuseppe Garibaldi menandai fase baru bagi kemampuan maritim Indonesia.
Setelah proses hibah dan perjalanan menuju Indonesia, kapal eks Italia tersebut dipersiapkan untuk masuk dalam kekuatan pertahanan Indonesia.
ANTARA menyebut Giuseppe Garibaldi sebagai kapal induk pertama RI, sementara proses pengoperasian dan integrasi kapal ke dalam sistem TNI AL masih menjadi bagian dari tahapan selanjutnya.
Pada Kamis (17/9/2026), TNI AL memastikan kapal telah berada di perairan Indonesia. Kapal dijadwalkan tiba di Jakarta pada Jumat, 18 September 2026, dan akan disambut jajaran pejabat tinggi TNI serta Kementerian Pertahanan.
Dari kawasan perairan Batam, perjalanan kapal perang tersebut kini berlanjut menuju Jakarta.
