KARIMUN — Aksi pengejaran terjadi di perairan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, ketika personel Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun mendeteksi sebuah speedboat yang melaju dengan kecepatan tinggi pada Sabtu (5/9/2026) malam.
Pengejaran tersebut berujung pada pengungkapan dugaan penyelundupan narkotika menggunakan cartridge vape. Sebanyak 240 unit cartridge vape merek Bomb diamankan petugas setelah dibuang dari kapal cepat yang berusaha melarikan diri.
Peristiwa bermula ketika Tim Quick Response Region Command (QRRNC) IV melaksanakan patroli rutin di wilayah perairan Selat Durian, Kabupaten Karimun.
Saat patroli berlangsung, personel mendeteksi suara mesin kapal cepat yang bergerak dari arah Pulau Buru menuju perairan Batam dengan kecepatan tinggi.
Dikejar, Tapi Speedboat Justru Makin Ngebut
Petugas kemudian melakukan pengejaran dan memberikan tembakan peringatan agar kapal tersebut menghentikan laju.
Namun, peringatan itu tidak diindahkan.
Speedboat justru terus melaju dan berusaha menjauh dari petugas. Situasi kemudian berubah menjadi aksi kejar-kejaran di perairan Karimun.
Dalam proses pengejaran tersebut, personel melihat awak speedboat membuang sejumlah paket dari bagian buritan kapal ke laut.
Petugas kemudian mengambil keputusan untuk mengamankan barang-barang yang telah dibuang tersebut. Akibatnya, kapal yang dikejar semakin menjauh hingga akhirnya hilang dari pantauan petugas.
240 Cartridge Vape Diamankan
Setelah paket berhasil diangkat dari laut dan diperiksa secara awal, petugas menemukan cartridge vape yang dikemas dalam plastik bening.
Salah satu paket diketahui berisi 60 unit cartridge vape.
Dari keseluruhan paket yang berhasil diamankan, jumlahnya mencapai sekitar 240 unit cartridge vape yang diduga mengandung narkotika jenis baru.
Barang bukti tersebut kemudian dibawa dan diamankan di Mako Lanal Karimun untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pelaku Berhasil Kabur
Meskipun barang bukti berhasil diamankan, awak kapal cepat tersebut berhasil meloloskan diri.
Hingga laporan tersebut disampaikan, identitas para awak speedboat belum diketahui.
Aparat masih melakukan penyelidikan dan penelusuran untuk mengidentifikasi pelaku sekaligus mengungkap kemungkinan jaringan yang berada di balik pengiriman barang terlarang tersebut.
Komandan Lanal Tanjung Balai Karimun Letkol Laut (P) Samuel Chrestian Noya menegaskan bahwa barang bukti yang ditemukan telah diamankan untuk proses pemeriksaan sesuai prosedur hukum.
Cartridge Vape Jadi Modus Baru?
Pengungkapan ini menjadi perhatian karena narkotika diduga diselundupkan dalam bentuk cartridge vape.
Modus tersebut menunjukkan bahwa jaringan penyelundupan dapat menggunakan berbagai bentuk dan sarana untuk menghindari pengawasan aparat.
Namun, jenis zat yang terkandung dalam cartridge tersebut masih harus dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, penyebutan barang tersebut sebagai narkotika masih menggunakan status dugaan sampai hasil pemeriksaan resmi tersedia.
Lanal Karimun Perketat Pengawasan
Lanal Tanjung Balai Karimun menyatakan akan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai upaya penyelundupan narkotika melalui jalur laut.
Wilayah perairan Kepulauan Riau memiliki posisi strategis karena berdekatan dengan sejumlah jalur pelayaran internasional dan negara tetangga.
Kondisi geografis tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi aparat dalam mengawasi pergerakan kapal yang melintas di kawasan perairan Kepri.
Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan. Aparat tidak hanya berupaya mengidentifikasi awak speedboat yang berhasil kabur, tetapi juga menelusuri asal, tujuan, serta jaringan yang diduga berada di balik pengiriman 240 cartridge tersebut.
Pengejaran di laut memang berakhir dengan lolosnya speedboat, tetapi upaya pelaku membuang barang bukti justru membuka jalan bagi aparat untuk mengamankan ratusan cartridge vape yang diduga mengandung narkotika.
