KUALA TERENGGANU — Legenda sepak bola Malaysia, Datuk Abdah Alif, kembali menjadi perhatian publik. Kali ini bukan karena prestasinya bersama Harimau Malaya, melainkan kabar bahagia dari kehidupan pribadinya.
Abdah Alif yang kini berusia 72 tahun dilaporkan telah melangsungkan pernikahan dengan seorang perempuan yang disebut berusia sekitar 20 tahun. Pernikahan tersebut berlangsung pada 27 Agustus 2026 di Kuala Terengganu, Malaysia.
Kabar tersebut dikonfirmasi oleh adiknya, Datuk Yunus Alif, yang juga merupakan mantan pemain serta pelatih tim nasional Malaysia.
Menurut Yunus, pernikahan sang kakak telah mendapatkan persetujuan dari kedua keluarga. Ia pun meminta publik mendoakan agar pasangan tersebut dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan bahagia.
Yunus juga mengatakan Abdah kemungkinan sedang menghabiskan waktu bersama istrinya setelah pernikahan. Karena itu, sang legenda sepak bola tersebut disebut sulit dihubungi melalui telepon.
Kabar Pernikahan Sempat Jadi Perhatian Publik
Sebelum mendapatkan konfirmasi keluarga, foto Abdah bersama pasangannya telah beredar di media sosial dan menarik perhatian penggemar sepak bola Malaysia.
Perbedaan usia pasangan yang disebut mencapai sekitar 52 tahun menjadi salah satu alasan kabar tersebut dengan cepat menjadi perbincangan.
Namun, keluarga Abdah menegaskan bahwa pernikahan tersebut telah mendapatkan persetujuan kedua belah pihak. Identitas lengkap perempuan yang dinikahi Abdah juga tidak diungkapkan kepada publik.
Yunus memilih menanggapi kabar tersebut dengan doa dan harapan agar rumah tangga kakaknya berjalan baik.
Ia berharap Abdah dan istrinya dapat terus hidup bahagia dan mempertahankan pernikahan mereka hingga masa mendatang.
Bukan Nama Sembarangan di Sepak Bola Malaysia
Abdah Alif bukan sosok asing dalam sejarah sepak bola Malaysia.
Ia merupakan bagian dari generasi emas Harimau Malaya pada penghujung 1970-an hingga awal 1980-an. Pada masa tersebut, Malaysia memiliki salah satu generasi terbaik dalam sejarah sepak bola nasional mereka.
Abdah termasuk pemain yang membantu Malaysia meraih tiket ke Olimpiade Moskow 1980 melalui jalur kualifikasi.
Malaysia memastikan kelolosan setelah mengalahkan Korea Selatan dengan skor 2-1 dalam pertandingan penentuan. Abdah ketika itu bermain bersama sejumlah nama besar sepak bola Malaysia, termasuk Datuk Soh Chin Aun, Datuk Santokh Singh dan Datuk Jamal Nasir Ismail.
Namun, kesempatan Abdah untuk tampil di Olimpiade akhirnya tidak terwujud.
Malaysia ikut memboikot Olimpiade Moskow 1980 sebagai bentuk protes terhadap invasi Uni Soviet ke Afghanistan. Keputusan tersebut membuat generasi emas Harimau Malaya kehilangan kesempatan tampil di panggung Olimpiade meskipun sebelumnya berhasil lolos melalui jalur olahraga.
Kini Kembali Jadi Sorotan
Lebih dari empat dekade setelah era kejayaannya di lapangan hijau, nama Abdah Alif kembali menjadi pembicaraan.
Kali ini, perhatian publik bukan tertuju pada sepak bola, melainkan pada babak baru kehidupan pribadi sang legenda.
Kabar pernikahan tersebut juga memperlihatkan bagaimana kehidupan para mantan bintang olahraga tetap mendapatkan perhatian publik, bahkan setelah mereka tidak lagi aktif dalam kompetisi profesional.
Bagi Abdah, pernikahan pada usia 72 tahun menjadi lembaran baru setelah perjalanan panjang bersama sepak bola Malaysia.
Dengan kedua keluarga disebut telah memberikan restu, kabar tersebut kini menjadi cerita bahagia tersendiri bagi salah satu legenda generasi emas Harimau Malaya.
Terlepas dari perbedaan usia yang menjadi perhatian publik, keluarga Abdah meminta agar pasangan tersebut didoakan dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan bahagia dan langgeng.
