Dalam pidatonya, Macron mempertanyakan kredibilitas masyarakat internasional jika terus tidak bertindak menghadapi kondisi di Gaza. Ia juga menyoroti belum terbukanya akses bantuan kemanusiaan sebagaimana yang diharapkan.
Macron menggambarkan situasi tersebut sebagai kondisi yang menurutnya seharusnya menjadi perhatian serius masyarakat internasional.
Macron Soroti Kekerasan di Tepi Barat
Selain Gaza, Macron menyoroti perkembangan di Tepi Barat, khususnya kekerasan yang melibatkan pemukim Israel terhadap warga Palestina.
Ia mengatakan berbagai pelanggaran yang terjadi setiap hari di wilayah tersebut semakin menjauhkan kemungkinan terwujudnya hak sah rakyat Palestina untuk hidup dan membangun masa depan mereka.
Macron juga mempertanyakan alasan di balik kekerasan yang terjadi di Tepi Barat serta dampaknya terhadap prospek penyelesaian konflik Israel-Palestina.
Macron Dorong Komitmen terhadap Solusi Dua Negara
Pernyataan Macron tersebut sejalan dengan sikap Prancis yang sebelumnya menegaskan dukungan terhadap solusi dua negara sebagai kerangka penyelesaian konflik Israel-Palestina.
Prancis, bersama Inggris dan Kanada, sebelumnya menyatakan bahwa perluasan permukiman Israel di Tepi Barat dan meningkatnya kekerasan pemukim menjadi ancaman terhadap prospek solusi dua negara.
Dalam pidatonya di PBB, Macron juga menyerukan agar masyarakat internasional kembali menempatkan hukum internasional dan sistem multilateral sebagai dasar dalam menangani konflik.
Pernyataan Macron Picu Respons Israel
Pernyataan Macron mengenai Tepi Barat kemudian mendapat respons dari pihak Israel.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam pernyataan Macron terkait aktivitas Hamas di Tepi Barat. Pemerintah Israel menyatakan Hamas tetap memiliki aktivitas dan telah melakukan serangan di wilayah tersebut.
Perdebatan tersebut menunjukkan adanya perbedaan tajam mengenai kondisi keamanan di Tepi Barat, sementara kekerasan pemukim terhadap warga Palestina juga menjadi perhatian PBB dan sejumlah pemerintah negara Barat.
Di tengah perbedaan pandangan tersebut, Macron menegaskan pentingnya mempertahankan prospek penyelesaian berdasarkan keberadaan Israel dan Palestina secara berdampingan dalam kerangka solusi dua negara.
