Prabowo tampak berbincang bersama Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden China Xi Jinping sebelum sesi pembukaan KTT dimulai. Momen tersebut juga terlihat dalam foto yang dibagikan Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut keempat pemimpin berbincang dalam suasana hangat dan bersahabat sebelum agenda resmi dimulai.
Foto tersebut memperlihatkan Prabowo berada di antara para pemimpin negara dengan latar pertemuan internasional BRICS. Interaksi berlangsung secara informal sebelum para pemimpin memasuki agenda resmi KTT.
Indonesia Hadir sebagai Anggota Penuh BRICS
Kehadiran Prabowo memiliki arti penting bagi diplomasi Indonesia karena KTT BRICS ke-18 merupakan salah satu forum tingkat tinggi yang diikuti Indonesia sebagai anggota penuh BRICS.
Indonesia resmi bergabung dengan BRICS pada 1 Januari 2025. Pada 2026, India memegang keketuaan BRICS dan menjadi tuan rumah KTT ke-18 yang berlangsung pada 12–13 September 2026 di New Delhi.
KTT tahun ini mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”. Agenda utama mencakup pertemuan khusus negara anggota dengan tema Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism, serta sesi bersama negara-negara mitra BRICS.
Prabowo Bertemu Tiga Pemimpin Negara Besar
Pertemuan informal dengan Modi, Putin dan Xi menjadi salah satu momen yang menonjol dari kehadiran Prabowo di KTT tersebut.
India merupakan negara tuan rumah sekaligus salah satu mitra strategis Indonesia di Asia. Rusia dan China juga merupakan anggota BRICS serta memiliki hubungan ekonomi dan diplomatik penting dengan Indonesia.
Kehadiran para pemimpin tersebut menunjukkan skala forum BRICS yang semakin besar setelah mengalami perluasan keanggotaan.
Selain Indonesia, sejumlah negara yang hadir dalam KTT antara lain China, Rusia, India, Afrika Selatan, Iran, Mesir, Ethiopia dan Uni Emirat Arab. Sejumlah negara lainnya juga hadir dalam kapasitas mitra BRICS.
Bukan Pertemuan Bilateral Formal
Meski foto tersebut memperlihatkan suasana akrab, interaksi empat pemimpin tersebut merupakan percakapan informal di sela agenda KTT, bukan pertemuan bilateral resmi.
Karena itu, belum tepat menyimpulkan bahwa pembicaraan tersebut menghasilkan kesepakatan atau keputusan tertentu.
Namun, komunikasi informal antarpemimpin tetap menjadi bagian penting dari diplomasi internasional. Ruang seperti ini memungkinkan para pemimpin membangun komunikasi personal dan memperkuat hubungan sebelum maupun setelah agenda formal berlangsung.
BRICS Semakin Strategis
KTT BRICS ke-18 berlangsung di tengah perubahan geopolitik dan ekonomi global. Negara-negara anggota BRICS mendorong penguatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk perdagangan, investasi, teknologi, energi dan reformasi tata kelola global.
Menurut pemerintah Indonesia, BRICS saat ini mencakup sekitar 49,5 persen populasi dunia, 40 persen GDP global dan 26 persen nilai perdagangan global.
Bagi Indonesia, keanggotaan BRICS membuka ruang untuk memperluas kerja sama ekonomi sekaligus memperkuat posisi diplomatik Indonesia di tengah perubahan tatanan global.
Momen Prabowo bersama Modi, Putin dan Xi pun menjadi salah satu gambaran keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut—bukan hanya melalui agenda resmi, tetapi juga melalui komunikasi langsung dengan para pemimpin negara anggota BRICS.
