JAKARTA – Pemuda Kepulauan Riau (Kepri) mengusulkan Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, menjadi pusat perayaan puncak 100 Tahun Sumpah Pemuda. Usulan tersebut disampaikan perwakilan pemuda Kepri, Muhamad Ade Reski, kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda di Taman Proklamator, Jakarta.
Ade Reski merupakan delegasi pemuda Kepri dari kegiatan Wirasena Youth Camp. Ia menyampaikan bahwa Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah dan kebudayaan yang kuat dalam perjalanan lahirnya identitas bahasa persatuan Indonesia.
Pulau Penyengat dikenal memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan Bahasa Melayu yang menjadi akar Bahasa Indonesia. Pulau ini juga merupakan tempat Raja Ali Haji, Pahlawan Nasional yang dikenal melalui karya Gurindam Dua Belas, meninggalkan warisan penting bagi perkembangan bahasa dan sastra Melayu.
“Kepri mendorong perayaan 100 tahun Sumpah Pemuda dipusatkan di Pulau Penyengat sebagai titik temu pemuda Nusantara sekaligus bentuk penghargaan kepada Raja Ali Haji,” ujar Ade Reski.
Menpora Sambut Baik Usulan Pemuda Kepri
Menanggapi usulan tersebut, Menpora RI menyambut baik inisiatif yang mengangkat nilai sejarah dan kebudayaan Melayu sebagai bagian dari identitas bangsa.
Menpora menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menjaga persatuan nasional.
“Suku Melayu bagian dari bangsa kita, ayo maju bersama,” tegas Menpora.
Terkait rencana pelaksanaan, pemerintah pusat disebut akan menindaklanjuti usulan tersebut melalui koordinasi lintas pemerintahan.
Pulau Penyengat Didorong Jadi Titik Temu Pemuda Nusantara
Usulan menjadikan Pulau Penyengat sebagai pusat peringatan satu abad Sumpah Pemuda diharapkan dapat memperkuat pengakuan terhadap kontribusi sejarah dan kebudayaan Melayu dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Pulau Penyengat juga memiliki potensi menjadi ruang pertemuan pemuda dari berbagai daerah untuk mengenal sejarah bahasa persatuan sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.
Delegasi pemuda Wirasena Youth Camp bersama Pemerintah Daerah Kepri menyatakan kesiapan mengawal koordinasi lanjutan agar usulan tersebut dapat dibahas lebih jauh.
Meski demikian, penetapan Pulau Penyengat sebagai lokasi puncak perayaan 100 Tahun Sumpah Pemuda masih berupa usulan dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah.
