Rizki Faisal Apresiasi Langkah Cepat Polisi Kendalikan Situasi Pasca Bentrokan Setokok — URRANEWS
BREAKING Redaksi Tiga Media Apresiasi Bareskrim dan Polda Kepri dalam Kasus Blackout Batam, Desak Evaluasi Sistem Kelistrikan
Hukum · 16 Sep 2026 21:08

Rizki Faisal Apresiasi Langkah Cepat Polisi Kendalikan Situasi Pasca Bentrokan Setokok

Oleh Administrator · 9 views · 3 menit baca

Rizki Faisal Apresiasi Langkah Cepat Polisi Kendalikan Situasi Pasca Bentrokan Setokok
BATAM, URRANEWS.ONLINE — Anggota Komisi III DPR RI Rizki Faisal mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian bersama pihak terkait dalam mengendalikan situasi pascabentrokan di kawasan Setokok, Jembatan 3 Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Rizki menilai langkah pengamanan yang dilakukan Polda Kepri dan Polresta Barelang penting untuk menjaga situasi tetap kondusif setelah bentrokan pada Senin (14/9/2026) yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Pernyataan tersebut disampaikan Rizki pada Selasa (15/9/2026). 
“Saya mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dan seluruh pihak terkait yang telah bergerak mengendalikan situasi pasca bentrokan di Setokok. Yang terpenting sekarang adalah memastikan situasi tetap aman dan tidak terjadi bentrokan susulan,” ujar Rizki.
Minta Pengamanan Diperkuat
Meski mengapresiasi respons aparat, Rizki meminta Polda Kepri dan Polresta Barelang tidak berhenti pada penanganan setelah kejadian.
Ia mendorong penguatan langkah preventif, termasuk pengamanan di lokasi bentrokan serta titik-titik yang berpotensi menjadi sumber konflik lanjutan.
Menurut Rizki, langkah tersebut diperlukan untuk mencegah kemungkinan aksi balasan yang dapat memperluas persoalan di tengah masyarakat. 
“Polda Kepri dan Polresta Barelang perlu terus memperkuat langkah preventif. Jangan sampai ada aksi balasan atau bentrokan susulan yang kemudian membuat persoalan semakin meluas,” katanya.
Penegakan Hukum Diminta Profesional
Rizki juga mendorong aparat menuntaskan proses hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam bentrokan.
Ia menekankan agar proses hukum dilakukan secara tegas, terukur, profesional dan objektif berdasarkan fakta serta alat bukti.
Menurutnya, proses yang transparan diperlukan agar masyarakat memperoleh kepastian hukum dan rasa keadilan. 
“Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum. Tetapi prosesnya harus tetap profesional, objektif dan berdasarkan alat bukti,” ujar Rizki.
Sengketa Lahan Diminta Diselesaikan Lewat Jalur Hukum
Bentrokan di Setokok berkaitan dengan persoalan sengketa lahan yang menurut kepolisian telah berlangsung cukup lama.
Rizki meminta akar persoalan tersebut tidak diselesaikan melalui kekerasan. Jika terdapat sengketa, seluruh pihak diminta menggunakan mekanisme hukum yang tersedia.
“Kalau ada persoalan atau sengketa, selesaikan melalui jalur hukum. Bukan dengan kekerasan. Negara memiliki mekanisme hukum untuk menyelesaikan setiap persoalan,” katanya. 
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi yang berpotensi memperbesar ketegangan setelah bentrokan.
Dua Orang Meninggal, Tujuh Luka
Bentrokan terjadi di kawasan Setokok, Kecamatan Bulang, Batam, pada Senin (14/9/2026).
Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan tujuh orang mengalami luka-luka. Polisi menyebut bentrokan berkaitan dengan konflik lahan yang telah berlangsung cukup lama dan menegaskan perkara tersebut bukan konflik SARA. 
Pada perkembangan penanganan perkara, Polresta Barelang kemudian mengungkap dua laporan polisi dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Dua tersangka terkait perkara pengeroyokan dan/atau penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia, sementara satu tersangka lainnya terkait dugaan penggunaan senjata penikam atau penusuk dan dugaan penghasutan. 
Penyidikan masih dikembangkan untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian dan menentukan pertanggungjawaban hukum masing-masing pihak.
Masyarakat Diminta Tidak Terprovokasi
Rizki berharap aparat bersama seluruh pemangku kepentingan membangun komunikasi dengan masyarakat dan pihak-pihak yang berselisih agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik baru.
Menurut dia, yang perlu dijaga bukan hanya kondisi keamanan setelah bentrokan, tetapi juga memastikan persoalan yang menjadi akar konflik dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum.
“Yang kita jaga bukan hanya situasi hari ini, tetapi juga jangan sampai persoalan ini meninggalkan konflik baru di kemudian hari. Masyarakat harus merasa aman, dan setiap persoalan harus diselesaikan melalui hukum,” ujar Rizki. 
Dengan situasi yang masih menjadi perhatian aparat, masyarakat diharapkan mengutamakan ketenangan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
URRANEWS.ONLINE — Pernyataan Rizki Faisal tersebut disampaikan di tengah proses penanganan hukum bentrokan Setokok yang masih dikembangkan oleh kepolisian.