Tokoh PERKIT Batam Soroti Tragedi Setokok: Hukum Harus Tegak, Negara Wajib Hadir untuk Keluarga Korban
BREAKING Redaksi Tiga Media Apresiasi Bareskrim dan Polda Kepri dalam Kasus Blackout Batam, Desak Evaluasi Sistem Kelistrikan
Nasional · 04 Oct 2026 09:49

Tokoh PERKIT Batam Soroti Tragedi Setokok: Hukum Harus Tegak, Negara Wajib Hadir untuk Keluarga Korban

Oleh Administrator · 47 views · 3 menit baca

Tokoh PERKIT Batam Soroti Tragedi Setokok: Hukum Harus Tegak, Negara Wajib Hadir untuk Keluarga Korban

BATAM, URRANEWS — Kerusuhan antar kelompok yang terjadi di wilayah Setokok, Batam, hingga mengakibatkan dua orang kehilangan nyawa mendapat perhatian serius dari sejumlah tokoh masyarakat.

Salah satunya datang dari tokoh Perkumpulan Keluarga Indonesia Timur (PERKIT) Batam, Arman Waigitang, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Paguyuban Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU) Batam serta pernah menjadi Sekretaris Umum Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Batam.

Arman menyayangkan terjadinya kerusuhan berdarah tersebut. Menurutnya, konflik semestinya dapat dihindari apabila pihak-pihak yang berselisih mampu menahan diri dan menempuh mekanisme penyelesaian sesuai aturan hukum yang berlaku.

Ia menilai perbedaan kepentingan maupun persoalan yang muncul di tengah masyarakat seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum dan dialog, bukan melalui tindakan kekerasan yang justru berujung pada hilangnya nyawa.

Minta Kasus Diusut Tuntas

Arman juga meminta aparat penegak hukum mengusut peristiwa tersebut secara menyeluruh.

Ia menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan secara adil dan tidak pandang bulu terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam kerusuhan.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum harus dijaga melalui proses penyelidikan dan penyidikan yang transparan, profesional, serta memberikan kepastian hukum kepada seluruh pihak.

Terlebih, peristiwa tersebut telah menyebabkan korban jiwa.

Namun, bagi Arman, persoalan tidak berhenti pada proses hukum terhadap para pelaku. Ada persoalan kemanusiaan yang juga harus menjadi perhatian pemerintah.

Soroti Nasib Anak dan Keluarga Korban

Arman menaruh perhatian khusus terhadap keluarga korban, terutama anak-anak dan istri yang ditinggalkan.

Ia menyebut kabar mengenai adanya keluarga korban yang berharap anak-anak mereka tetap dapat bersekolah hingga jenjang pendidikan yang dicita-citakan menjadi hal yang sangat menyentuh.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak sebuah konflik tidak hanya dirasakan oleh korban yang meninggal dunia, tetapi juga oleh keluarga yang kehilangan tulang punggung.

Karena itu, ia berharap pemerintah tidak membiarkan keluarga korban menghadapi dampak sosial dan ekonomi tersebut sendirian.

"Negara harus hadir melindungi warganya," demikian semangat yang disampaikan Arman dalam menyoroti kondisi keluarga korban.

Ia mendorong Pemerintah Kota Batam maupun BP Batam memberikan perhatian serius kepada anak-anak korban, termasuk mempertimbangkan dukungan pendidikan agar mereka tetap dapat melanjutkan sekolah.

Bagi Arman, pendidikan anak-anak korban merupakan bentuk perhatian nyata negara terhadap warga yang terdampak langsung akibat konflik.

Persoalan Lahan Dinilai Perlu Dievaluasi

Selain meminta penegakan hukum dan perhatian terhadap keluarga korban, Arman juga menyoroti persoalan yang lebih luas, khususnya mengenai persoalan lahan di Kota Batam.

Menurutnya, persoalan pertanahan perlu mendapatkan evaluasi dan pembenahan secara menyeluruh agar konflik serupa tidak kembali terjadi.

Ia mengingatkan bahwa persoalan lahan yang tidak terselesaikan berpotensi menjadi sumber konflik apabila tidak ditangani dengan mekanisme yang jelas dan adil.

Karena itu, BP Batam dinilai perlu melakukan evaluasi terhadap berbagai persoalan pertanahan yang berpotensi menimbulkan gesekan di tengah masyarakat.

Tujuannya bukan hanya menyelesaikan persoalan setelah konflik terjadi, tetapi juga melakukan langkah pencegahan agar tidak kembali jatuh korban jiwa.

Jangan Sampai Setokok Menjadi Pelajaran yang Terlambat

Tragedi Setokok, menurut Arman, harus menjadi momentum evaluasi bersama.

Persoalan hukum harus diselesaikan melalui mekanisme hukum. Konflik antarkelompok tidak boleh dibiarkan berkembang menjadi kekerasan, sementara persoalan sosial dan keluarga korban juga harus mendapatkan perhatian.

Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan menyerahkan proses penegakan hukum kepada aparat yang berwenang.

Di sisi lain, pemerintah daerah dan BP Batam diharapkan tidak hanya hadir ketika konflik telah terjadi, tetapi juga melakukan langkah preventif dengan mengevaluasi persoalan-persoalan yang berpotensi menjadi pemicu konflik di kemudian hari.

"Jangan sampai persoalan yang sebenarnya masih bisa diselesaikan melalui dialog dan aturan hukum justru berakhir dengan korban jiwa," menjadi pesan penting dari Arman.

Bagi masyarakat Batam, tragedi tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa perbedaan kepentingan tidak boleh menghilangkan nilai kemanusiaan.

Hukum harus ditegakkan, keluarga korban harus diperhatikan, dan potensi konflik harus dicegah sebelum kembali menelan korban.

URRANEWS — Mengawal Keadilan, Menjaga Kemanusiaan.