Trump Ancam “Membinasakan” Iran Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di PBB
BREAKING Redaksi Tiga Media Apresiasi Bareskrim dan Polda Kepri dalam Kasus Blackout Batam, Desak Evaluasi Sistem Kelistrikan
Politik · 24 Sep 2026 08:52

Trump Ancam “Membinasakan” Iran Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Sidang PBB

Oleh Administrator · 6 views · 2 menit baca

Trump Ancam “Membinasakan” Iran Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Sidang PBB
BATAM, URRANEWS.ONLINE – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras terkait perang dengan Iran saat menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Selasa (22/9/2026).
Trump mengatakan dirinya menghadapi pilihan antara mencapai kesepakatan dengan Iran atau mengambil tindakan yang jauh lebih keras terhadap Republik Islam tersebut.
Dalam pidatonya, Trump secara terbuka memperingatkan bahwa Iran dapat menghadapi kehancuran jika kesepakatan untuk mengakhiri perang tidak tercapai.
“Or do I annihilate the Islamic Republic and do it quickly,” kata Trump dalam pidatonya, sebagaimana dilaporkan Reuters.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik AS-Iran masih berlangsung di tengah rangkaian pertemuan para pemimpin dunia di Markas Besar PBB.
Trump Pilih Kesepakatan atau Tindakan Militer
Trump menyebut dirinya memiliki keputusan besar yang harus diambil terkait masa depan konflik dengan Iran.
Ia mengatakan salah satu pilihan adalah tercapainya kesepakatan yang memungkinkan Iran membangun kembali negaranya. Pilihan lainnya, menurut pernyataannya, adalah mengambil tindakan untuk menghancurkan Republik Islam Iran.
Trump juga menegaskan bahwa salah satu alasan utama kebijakan AS terhadap Iran adalah mencegah Teheran memiliki senjata nuklir.
Dalam pidatonya, Trump meminta negara-negara lain ikut memberikan tekanan ekonomi terhadap Iran agar Teheran bersedia kembali ke meja perundingan.
Diplomasi AS-Iran Masih Berlangsung
Di tengah pernyataan keras tersebut, jalur diplomasi antara Washington dan Teheran belum sepenuhnya tertutup.
Reuters melaporkan bahwa pada Selasa, utusan AS Steve Witkoff mengatakan Amerika Serikat dan Iran melakukan pembicaraan selama berjam-jam melalui mediator yang bergerak di antara kedua pihak.
Trump kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa komunikasi dengan Iran masih berlangsung dan menyatakan keyakinannya bahwa penyelesaian dapat dicapai.
Dengan demikian, pernyataan Trump di PBB datang bersamaan dengan upaya diplomatik yang masih berjalan untuk mencari jalan keluar dari konflik.
Iran Sebut Pernyataan Trump sebagai Propaganda
Pernyataan Trump mendapat respons dari Angkatan Bersenjata Iran.
Menurut Reuters, pihak militer Iran menyebut pernyataan Trump sebagai “propaganda” dan mengatakan Iran berada dalam kesiapan untuk memberikan respons yang lebih keras terhadap pihak yang dianggap sebagai agresor.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa ketegangan antara Washington dan Teheran masih tinggi, meskipun pembicaraan untuk mengakhiri konflik tetap dilakukan melalui jalur diplomatik.
Perkembangan konflik AS-Iran menjadi salah satu perhatian utama dalam Sidang Majelis Umum PBB tahun ini, di tengah kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan keamanan internasional.