XLSmart Naikkan Capex Rp20 Triliun, 5G Ditargetkan 101 Kota
BREAKING Redaksi Tiga Media Apresiasi Bareskrim dan Polda Kepri dalam Kasus Blackout Batam, Desak Evaluasi Sistem Kelistrikan
Teknologi · 05 Sep 2026 11:15

XLSmart Naikkan Capex Jadi Rp20 Triliun, Targetkan 5G Menjangkau 101 Kota pada Akhir 2026

Oleh Administrator · 10 views · 4 menit baca

XLSmart Naikkan Capex Jadi Rp20 Triliun, Targetkan 5G Menjangkau 101 Kota pada Akhir 2026
URRANEWS — JAKARTA. PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) mempercepat ekspansi jaringan generasi kelima (5G) di Indonesia. Perusahaan hasil merger XL Axiata dan Smartfren tersebut menaikkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) 2026 menjadi Rp20 triliun, dari rencana sebelumnya Rp15 triliun.
Tambahan investasi itu diarahkan untuk memperluas cakupan 5G hingga 101 kota dan kabupaten di Indonesia pada akhir 2026.
Langkah tersebut menandai semakin agresifnya persaingan operator telekomunikasi dalam membangun infrastruktur konektivitas berkecepatan tinggi di Indonesia.
Capex Rp20 Triliun untuk Perkuat Infrastruktur
Kenaikan anggaran capex menjadi Rp20 triliun tidak hanya ditujukan untuk pembangunan jaringan 5G baru.
Investasi juga diarahkan untuk memperkuat infrastruktur jaringan secara keseluruhan, termasuk mendukung operasional jaringan BTS dalam skala nasional serta proses integrasi jaringan pascamerger.
XLSmart diproyeksikan mengoperasikan lebih dari 265.000 BTS di seluruh Indonesia.
Perusahaan juga mulai mengoptimalkan tambahan sumber daya spektrum, termasuk pita 700 MHz dan 2,6 GHz, untuk memperkuat kapasitas dan cakupan jaringan.
Spektrum 2,6 GHz menjadi salah satu bagian penting dari strategi ekspansi 5G XLSmart setelah perusahaan memenangkan lelang spektrum yang diselenggarakan pemerintah.
Target 101 Kota, Naik dari Rencana Awal
Target ekspansi XLSmart mengalami peningkatan.
Sebelumnya perusahaan membidik sekitar 88 kota dan kabupaten untuk cakupan 5G pada 2026. Kini target tersebut dinaikkan menjadi 101 kota/kabupaten.
Hingga semester pertama 2026, jaringan 5G XLSmart disebut telah hadir di lebih dari 50 kota, dengan sekitar 15.000 BTS 5G.
Cakupan tersebut telah menjangkau sekitar 23 persen populasi nasional.
Perusahaan kemudian akan melanjutkan ekspansi ke kota-kota baru sebelum akhir tahun, termasuk Malang dan Lombok.
Bukan Sekadar Mengejar Jumlah Kota
Bagi XLSmart, ekspansi 5G tidak semata-mata tentang berapa banyak kota yang berhasil masuk dalam daftar cakupan.
Perusahaan mengembangkan konsep “blanket 5G”, yakni menghadirkan cakupan 5G yang lebih merata di wilayah yang telah menjadi sasaran pengembangan jaringan.
Pendekatan ini dirancang agar pengguna tidak hanya mendapatkan 5G di titik-titik tertentu dengan trafik tinggi.
Integrasi antara jaringan 4G dan 5G juga menjadi bagian penting.
Dengan cakupan yang lebih berkesinambungan, pengguna diharapkan tidak mengalami perubahan koneksi yang terlalu drastis ketika berpindah dari area 5G ke 4G.
Konsep blanket coverage sendiri sebelumnya telah digunakan XLSmart dalam pengembangan layanan 5G untuk memberikan cakupan yang lebih merata dalam suatu wilayah. 
XL Prioritas
Spektrum 2,6 GHz Dikebut
Salah satu perkembangan menarik dalam ekspansi terbaru adalah kecepatan XLSmart dalam mengaktifkan jaringan berbasis spektrum baru.
Setelah memperoleh izin frekuensi pada 5 Agustus 2026, perusahaan disebut membutuhkan sekitar tiga minggu untuk mengaktifkan seluruh site 5G yang menggunakan spektrum 2,6 GHz.
Spektrum tersebut diharapkan memberikan tambahan kapasitas bagi jaringan, terutama di wilayah dengan kebutuhan trafik data yang tinggi.
Bagi operator, tambahan spektrum menjadi aset strategis karena pertumbuhan konsumsi data terus meningkatkan kebutuhan terhadap kapasitas jaringan.
Potensi Jangkauan Lebih dari Separuh Populasi
Jika target 101 kota dan kabupaten berhasil dicapai, cakupan 5G XLSmart diproyeksikan dapat menjangkau lebih dari separuh hingga sekitar 70 persen populasi Indonesia, tergantung realisasi pembangunan dan karakteristik cakupan di masing-masing wilayah.
Target tersebut menunjukkan bahwa strategi perusahaan mulai bergerak dari tahap pengenalan 5G menuju perluasan skala nasional.
Namun, luas cakupan tidak otomatis berarti seluruh pengguna di suatu kota akan memperoleh kualitas jaringan yang sama.
Kinerja 5G tetap dipengaruhi oleh kepadatan pengguna, spektrum yang tersedia, perangkat pelanggan, kondisi geografis, kapasitas backhaul, serta lokasi BTS.
Persaingan 5G Semakin Ketat
Ekspansi XLSmart berlangsung ketika kompetisi jaringan 5G nasional semakin intensif.
XLSmart sendiri sebelumnya mengumumkan capaian positif dalam pengujian jaringan. Laporan Ookla yang dikutip perusahaan mencatat XL memperoleh predikat Best 5G Network dan Fastest 5G untuk periode Q1–Q2 2026. 
XL Axiata
Perusahaan menyebut pengujian tersebut berasal dari jutaan pengguna dan ratusan juta pengujian Speedtest sepanjang Januari hingga Juni 2026. 
XL Axiata
Di sisi layanan, XLSmart juga menawarkan pengalaman 5G dengan kecepatan hingga 500 Mbps, meskipun pengalaman aktual tetap bergantung pada perangkat, lokasi dan kondisi jaringan. 
XL Axiata
Dampaknya bagi Pengguna
Bagi konsumen, investasi Rp20 triliun tersebut berpotensi memperluas pilihan akses internet berkecepatan tinggi.
5G menawarkan kapasitas lebih besar, latensi lebih rendah dan kecepatan akses yang lebih tinggi dibandingkan jaringan generasi sebelumnya.
Teknologi tersebut tidak hanya berkaitan dengan streaming dan media sosial.
Dalam jangka panjang, peningkatan kualitas jaringan dapat mendukung pendidikan digital, pekerjaan jarak jauh, layanan berbasis cloud, gaming, industri, UMKM, hingga berbagai aplikasi Internet of Things (IoT).
Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan investasi tersebut benar-benar menghasilkan kualitas jaringan yang konsisten, bukan hanya memperluas angka cakupan pada peta.
Dari Merger Menuju Integrasi Jaringan
Ekspansi 5G juga menjadi ujian penting bagi XLSmart sebagai entitas hasil penggabungan XL Axiata dan Smartfren.
Integrasi dua jaringan besar membutuhkan penyelarasan infrastruktur, spektrum, perangkat jaringan dan sistem operasional.
Keberhasilan integrasi akan menentukan seberapa besar manfaat merger dapat dirasakan pelanggan.
XLSmart sendiri menyatakan integrasi jaringan merupakan salah satu tujuan merger untuk memberikan jangkauan yang lebih luas kepada pelanggan. 
XL Axiata
URRANEWS
Kenaikan capex dari Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun menunjukkan bahwa XLSmart melihat konektivitas sebagai salah satu arena investasi strategis untuk pertumbuhan jangka panjang.
Target 101 kota/kabupaten hingga akhir 2026 menjadi milestone berikutnya.
Pertanyaannya bukan lagi sekadar “kapan 5G tersedia?”, tetapi seberapa luas, stabil dan konsisten jaringan tersebut dapat digunakan masyarakat.
Bagi pengguna di daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan konektivitas, ekspansi tersebut tentu menjadi kabar yang menarik.
Apakah 5G XLSmart akan benar-benar terasa di luar kota-kota besar, atau ekspansi masih akan terkonsentrasi di wilayah dengan trafik tinggi?